Wednesday, April 6, 2011

Komunikasi Psikologi Massa

Apa itu psikologi massa? Pertama kita lihat pengertian dari psikologi massa dahulu agar kita dapat berbicara lebih jauh tentang ini. Psikologi massa adalah psikologi massa adalah proses mental dan perilaku kolektif yang ditujukan kepada gerakan-gerakan perubahan sosial, bukan yang bersifat insidental mau pun aksidental.

Apa pandangan kita tentang Presiden Obama? Pasti yng terlintas di pikiran kita bahwa Presiden Obama adalah seorang pribadi yang baik, dan hebat. Kita dapat berfikir seperti itu karena psikologi massa yang terbentuk, padahal mungkin saja bahkan kita pun tidak mengenal siapa itu Obama. Seperti itulah contoh kecil dari dampak dari psikologi massa.

Ada contoh lain yang menarik tentang psikologi massa, misalnya seorang Pejabat seperti menteri berpidato maka kita akan lebih ingn untuk menyimaknya dari pada teman kita sendiri yang berpidato. Megapa demikian? Sekali lagi psikologi massa berperan, kita mau mendengarkan apa yang dipidatokan menteri karena kredibilitasnya, sedangkan teman kita kita cenderung tidak mau mendengar pidatonya. Kita hanya melihat padangan  umum saja, seharusnya kita lebih bisa mengkaji lagi sesuatu yang disampaikan jangan hanya melihat siapa yang berbicara maka kita langsung percaya.



Seperti dalam periklanan , biasanya iklan – iklan menggukan kan ambassador seorang artis, maka kita menganggap apa yang disampaikan artis tersebut adalah benar padahal belum tentu itu adalah benar. banyak dari kita yang termakan iklan karena artis yang mengiklankannya, contohnya produk sabun yang menyebabkan orang - orang membeli sabun karena ingin seperti sang artis yang cantik, apakah anda pernah berpikir apa artis tersebut benar - benar menggunakan sabun itu?


 Sebaiknya kita menjadi orang yang kritis dan tidak selalu mengikuti massa yang besar karena segala sesuatu belum tentu mutlak benar.

1 comment:

  1. masalahnya, seperti yang sudah saya bahas di blog saya, pendidikan Indonesia itu kurang, jadi mereka-mereka mudah saja terpengaruh, terprovokasi tanpa menelaah terlebih dahulu apa yang benar dan salah, kalau sudah begitu harus bagaimana saudara Andree?

    ReplyDelete